CSR

Laporan CSR

Bantuan Untuk Korban Longsor & Banjir di Solo (29 December 2007)

csr_baf_solo.jpg            Tampaknya keadaan alam di bumi pertiwi akhir-akhir ini memang sedang tidak bersahabat. Setelah gempa yang meluluh lantahkan kota Padang dan sekitarnya beberapa waktu lalu, pada tanggal 26 Desember 2008 giliran kota Solo dan sekitarnya yang harus mengalami kehancuran akibat bencana longsor di Karang Anyar dan banjir luapan dari sungai Bengawan Solo.
            Ribuan warga terpaksa harus dievakuasi. Banjir paling parah melanda Kampung Joyotakan dan Sragen, dimana rumah-rumah warga terendam hingga ketinggian 3 meter. Sedangkan longsor yang terjadi di Kabupaten Karang Anyar pun tak kalah dasyatnya. Sebanyak 34 warga Desa Ledogsari (sumber:suara pembaharuan.com) tertimbun hidup-hidup dikala mereka sedang terlelap dalam buaian malam. Ratusan keluarga harus kehilangan tempat tinggal dan harus merelakan kehilangan harta bendanya yang telah dikumpulkan bertahun-tahun lamanya.
            Keprihatinan dan kewajiban untuk membantu sesama sudah sepatutnya dilakukan. BAF lewat program CSR ikut memberikan bantuan kepada masayarakat setempat yang menjadi korban bencana alam ini. Lewat inisiatif rekan-rekan di BAF Solo bekerjasama dengan YMKI Solo, dana CSR BAF sebesar Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah) dapat sampai kepada mereka yang membutuhkan.
            Sabtu 29 Desember 2007 pukul 07.00 WIB, Tim CSR BAF Solo dan rekan-rekan YMKI berangkat menuju lokasi bencana tanah longsor di Kabupaten Karang Anyar. Setelah menempuh dua jam perjalanan dari Solo, tim BAF dan YMKI tiba di lokasi tetapi sempat tidak diperbolehkan masuk ke lokasi bencana. Menurut Ibu Mieke (Finance Head BAF Solo), mereka yang ingin memberikan bantuan kepada korban longsor sebaiknya cukup di drop di posko setempat saja. Lokasi bencana sulit dijangkau dengan mobil. Tapi akhirnya kami diperbolehkan masuk ke lokasi dengan menumpang truck TNI AD. Waktu itu hujan deras dan kita semua duduk di bak belakang truck. Karena kondisi jalan yang terjal dan licin, sampai ditengah jalan truk yang kita tumpangi tidak kuat menanjak dan merosot ke bawah sampai dengan jarak 100m. Truk akhirnya baru bisa berhenti karena ditahan oleh semua TNI yang ada di Truk itu. ”Saya spontan menangis karena langsung teringat dengan dua anak saya kalau-kalau terjadi sesuatu dengan kami semua yang ada disitu. Maklum, kondisi jalan waktu itu ada ditengah-tengah jurang,” tutur Ibu Mieke.
            Perjuangan tim BAF Solo dan teman-teman dari YMKI untuk dapat memberikan bantuan secara langsung tak hanya sampai sisitu. Sampai dilokasi, ternyata tim tak hanya sekedar menyerahkan bantuan saja (berupa air mineral, makanan ringan, susu bayi, selimut, sarung, pakaian, perlengkapan mandi, dan sebagainya) tetapi juga ikut membantu membersihkan selokan lengkap dengan pacul dan alat-alat lainnya. Pengorbanan terakhir dari misi ini adalah perjalanan pulang yang akhirnya terpaksa ditempuh oleh tim dengan jalan kaki karena tak mau kejadian truk tadi terulang untuk kedua kalinya.
            Setelah meninggalkan Karang Anyar, pukul 17.00 WIB tim mendatangi lokasi bencana banjir di kampung Gading dan tiba di Sragen tepat pukul 19.00 WIB, untuk memberikan bantuan yang serupa. Terima kasih untuk partisipasi dan pengorbanan rekan-rekan di BAF Solo yang turut andil dalam aktivitas CSR ini. Semoga bantuan yang kita berikan dapat bermanfaat untuk mereka yang membutuhkan dan mereka yang berperan sebagai kepanjangan tangan dalam pemberian donasi ini dibalas dengan pahala oleh Tuhan YME, amin. (cin)


« Kembali ke daftar

 

News
CSR