CSR

Laporan CSR

Unjuk Seni dan Budaya 300 Pembatik Cilik Kota Pekalongan (13 Juli 2008)

Membentuk generasi muda dalam menjaga dan melestarikan Batik sebagai karya adiluhung bangsa Indonesia.

csr_pkl_museum_batik_team.jpg 

Sebagaimana diketahui, Batik adalah salah satu warisan seni-budaya bangsa Indonesia. Hampir di berbagai wilayah di Indonesia memiliki seni budaya Batik, yang masing-masing daerah mempunyai corak dan gaya yang berbeda-beda. Erat kaitannya dengan budaya Batik yang notabene adalah asli milik bangsa Indonesia yang kini di-klaim sebagai budaya bangsa lain, hal ini memicu rasa haru nurani anak bangsa tak terkecuali BAF Pekalongan. Oleh karena itu BAF Pekalongan  ingin berbuat sesuatu dan mencari terobosan-terobosan untuk melestarikan budaya yang sudah turun-temurun menjadi milik bagsa ini walaupun batik memang belum mempunyai peta sejarah yang konkrit untuk membuktikan kepada dunia bahwa batik adalah asli dari bangsa kita.

csr_pkl_membatik_01.jpgDalam upaya untuk melestarikan batik maka BAF Pekalongan melalui kegiatan CSR bekerja sama dengan Museum Batik di Pekalongan menyelenggarakan unjuk seni dan budaya yang diikuti oleh 300 pembatik cilik tingkat SD, terdiri dari 8 SD dan 2 MI yang diselenggarakan pada tanggal 13 Juli 2008 yang sekaligus untuk meramaikan hari ulang tahun Museum Batik di Pekalongan yang kedua yang jatuh pada tanggal 12 Juli 2008. Acara ulang tahun Museum Batik Pekalongan dilaksanakan di Ruang Pertemuan Museum Batik dengan rangkaian yang terlebih dulu dikoordinasikan dengan pihak protokoler Walikota Pekalongan, sedangkan untuk kegiatan CSR ( unjuk seni & budaya batik ) dilaksanakan di halaman depan, samping kanan dan belakang Museum Batik yang langsung dibuka oleh Walikota Pekalongan Bp. Dr H Basyir Ahmad selaku Ketua Lembaga Yayasan Museum Batik di Pekalongan.
Dalam sambutannya sebelum membuka unjuk seni budaya ini beliau Bapak Walikota Pekalongan memberikan apresiasinya kepada BAF yang memperhatikan budaya batik beserta derivatnya, melalui pelatihan dan unjuk seni-budaya 300 pembatik cilik tingkat SD, sebagai warisan budaya yang sedang kita perjuangkan untuk mendapat pengakuan dari dunia internasional.
Pada kesempatan tersebut Bp Walikota memberikan kenang-kenagan kepada Bp Arie Yulius (BCF Manager) selaku perwakilan dari CSR sub committee PT BAF berupa logo CSR PT. BAF yang dibatik dan lambang kota Pekalongan dengan nuansa batik. Sebaliknya dari CSR sub committee PT. BAF melalui Bp Arie Yulius menhibahkan secara simbolis kurang lebih 300 set peralatan membatik untuk disimpan oleh Museum Batik Pekalongan.

csr_pkl_membatik_02.jpgSebelum acara puncak pada tanggal 13 Juli 2008, PT BAF bersama dengan pihak Museum telah beberapa kali mengadakan pelatihan kepada pembatik cilik tersebut, dan pada saat puncak acara yang dilakukan oleh pihak Museum dan dibantu oleh Karyawan PT BAF tersebut sendiri berjalan sangat meriah karena dari 300 peserta ini terbagi menjadi 7 kelompok pembatik cilik yang masing-masing kelompok mempunyai tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda yaitu : Njaplak, Nglowong, Nyolet, Mopok, Ngecap/Mengecap, Nyelup, Nglorot. Nuansa meriah juga disuguhkan oleh dua orang MC yang mengiringi peninjauan lapangan oleh Bp. Basyir Ahmad (Walikota Pekalongan) dan rombongan Muspida kota Pekalongan yang didampingi oleh Bp. Arie Yulius (BCF Manager), Bp. Cahaya Dewantoro (OH Pekalongan), Bp. Iskandar Zulkarnain (OH Magelang / selaku penggagas acara sewaktu masih menjadi OH Pekalongan) yang memberikan pertanyaan kepada anak-anak seputar keikutsertaannya dalam acara unjuk seni dan budaya ini.

Tim CSR BAF Pekalongan


« Kembali ke daftar

 

News
CSR