10/26/2011 Direktur Medis MotoGP, dr Michele Macchiagodena akhirnya memberikan keterangan resmi terkait insiden yang menyebabkan nyawa Marco Simoncelli melayang. Dalam keterangan persnya, Macchiagodena menuturkan Simoncelli mengalami trauma di beberapa bagian vital dalam tubuhnya sehingga dia meregang nyawa dalam balapan di GP Malaysia, Minggu (23/10/2011) ini. “Saya sangat sedih berada di sini untuk melaporkan kematian Simoncelli. Dia seorang teman. Dia mengalami kecelakaan saat balapan di mana dia di tabrak oleh pembalap lain. Dia menderita trauma serius di kepala, leher dan dada,” ungkap Macchiagodena menyampaikan alasan utama meninggalnya Simoncelli. Dia melanjutkan, pertolongan pertama terhadap Simoncelli telah dilakukan dengan seksama termasuk melakukan prosedur CPR (resusitasi jantung paru) sebagai langkah awal untuk menyadarkan Super Sic. “Ketika dia sampai ke staff medis, dia tidak sadarkan diri. Di dalam Ambulance, karena serangan jantung, tim medis melakukan CPR (Resusitasi jantung paru). Segera setelah sesampainya di pusat medis dengan bantuan dari Dokter dan staff kami di Clinica Mobile dan Dokter lokal, dia diintubasi (menjaga jalan nafas) yang memungkinkannya untuk menghentikan perdarahan di dada,” terang Macchiagodena. “CPR dilanjutkan selama 45 menit karena kami mencoba membantu dia selama kami pikir itu masih mungkin. Sayangnya, itu tidak mungkin untuk membantunya dan pada 16:56 (waktu setempat) kami menyatakan dia sudah meninggal,” sambung Macchiagodena dengan nada lirih. Sementara, Race Director, Paul Butler menyatakan bahwa terlepasnya helm Simoncelli akan diselidiki lebih lanjut. “Saya pikir, jika saya bisa menjawabnya pada kesempatan lain. Cukup jelas konsekuensi dan keadaan di sekitar kecelakaan dan akan diselidiki secara menyeluruh,” pungkasnya. Bos Sirkuit Sepang, Mokhzani Mahathir akan meninjau kembali segala aspek keselamatan di lintasan sepanjang 5, 543km tersebut. Namun, Mahathir menegaskan tata letak sirkuit Sepang tidak bisa disalahkan buntut dari melayangnya nyawa Marco Simoncelli, Minggu (23/10/2011) kemarin. Tidak ada firasat buruk sebelum balapan berlangsung. Akan tetapi, petaka besar menimpa dunia MotoGP musim ini saat lomba baru berlangsung dua putaran, saat insiden serius melibatkan Simoncelli, Colin Edwards, dan Valentino Rossi yang membuat nyawa Simoncelli melayang dalam balapan di GP Malaysia, akhir pekan kemarin. Berkaca dari kecelakaan mengerikan tersebut, penyelenggara sirkuit Sepang berjanji akan meninjau ulang tata letak sirkuit untuk meningkatkan aspek keselamatan bagi para pembalap, agar insiden serupa seperti yang menimpa Simoncelli tidak terulang lagi. “Penyelanggara balapan di Sepang harus kembali melihat lagi aspek keselamatan,” kata Mokhzani dikutip Supersport, Senin (24/10/2011). Mokhzani pun menjelaskan, Federasi Motor Internasional (FIM) sampai saat ini masih terus melakukan penyelidikan mendalam atas musibah yang menimpa Simoncelli. “Kami akan melihat itu (Investigasi) jika kami yang melakukan ada sesuatu yang berbeda,” kata Mokhzani.Dalam kesempatan yang sama, Mokhzani juga menyatakan, Sepang trek yang aman. Namun, sesuatu yang tidak pernah terbayangkan bisa terjadi dalam balapan. “Ini kecelakaan balapan yang menyedihkan, tetapi sirkuit telah dirancang dengan tingkat keamanan tinggi,” bilang petinggi sirkuit yang letaknya tidak berjauhan dari bandara Internasional Kuala Lumpur tersebut. “Kecelakaan yang terjadi kemarin di luar kendali siapapun,” sambung Mokhzani seraya menambahkan skenario terburuk pun bisa terjadi dalam balapan, meskipun orang-orang yang terlibat di dalamnya merupakan orang yang ahli di bidangnya. “Mereka (Pembalap) sangat professional yang sangat terlatih untuk bersaing. Mereka selalu berpikir tentang keselamatan diri sepanjang waktu. Tapi terkadang, sesuatu tragis bisa terjadi dan mengingatkan kita betapa bahaya bisa ditimbulkan.” Sumber : www.okezone.com
Mau kredit motor Yamaha, di BAF saja! |
|
|