Berita

08/07/2012
Pesan JDDC untuk Pemudik Sepeda Motor

Jelang arus mudik lebaran tahun ini, Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) yang digawangi oleh Jusri Pulubuhu memberikan pesan kepada pemudik sepeda motor agar dapat merayakan hari raya dengan selamat di kampung halaman.

Sebagaimana diketahui pengguna sepeda motor memiliki peluang kecelakaan lebih tinggi dibanding mobil. "Dia harus mengetahui mengendarai sepeda motor peluang kecelakaannya 39 kali lebih dari pada pengendara mobil." ungkap Jusri kepada Okezone.

Lalu apa saja yang perlu diketahui pemudik roda dua ini selama perjalanan?. "Motor sangat ringkih dengan kestabilan sehingga seseorang yang ingin mengendarai motor bukan hanya sekedar bisa naik motor tetapi seluruh elemen/aspek dari aktifitas motor itu perlu diketahui." terang.

Menurutnya pemudik harus mengetahui persyaratan berlalulintas. "Artinya mengetahui peraturan lalulintas, tahu bagaimana mengoperasikan seluruh instrumen, dia juga harus tau juga mengenai keselamatan, pemahamanan bahaya dan resiko. Teknik mengendarai itu adalah kesekian," tukasnya.

Ketika melakukan mudik, tentunya tahu akan menempuh perjalanan yang cukup jauh dan sepeda motor tidak didesain sebagai angkutan untuk mengangkut lebih dari dua orang. "Jadi dia harus sendiri dan paling tidak satu boncengan." imbaunya.

Sebelum melakukan perjalanan, selain mempersiapkan sepeda motor, fisik pemudik juga perlu dipersiapkan. "Terlebih lagi karena bulan puasa orang kurang tidur, makan juga kurang teratur. ini akan membuat stamina menurun saat mengendarai sepeda motor itu sendiri. Ketika stamina turun konsentrasi juga akan menurun," urai Jusri.

Selain itu dirinya menghimbau agar pemudik menggunakan pakaian yang dapat memberikan perlindungan maksimal, pakaian tersebut juga memiliki ventilasi udara yang baik. Apabila tidak memiliki ventilasi yang baik dikhawatirkan menimbulkan dehidrasi.

Ketika sudah siap melakaukan perjalanan maka tentukan rute perjalanan. Lebih baik jalan melingkar dari pada masuk ke kawasan yang padat. Cari jalur alternatif yang relatif sepi dibanding memilih jalur yang pendek tetapi padat. "Karena ini terkait dengan kepadatan akan mempengaruhi ke stamina dan yang paling penting peluang kecelakaannya lebih besar." katanya.

Selanjutnya, selama perjalanan pemudik harus memiliki waktu istirahat yang cukup. Pola makan juga perlu diperhatikan jangan sampai mengalami dehidrasi. "Ketika santap sahur jangan lupa mengkonsumsi buah-buahan yang memiliki kandungan air yang banyak seperti semangka, jeruk, ketika sumber air habis dari minuman, buah-buah tadi akan mengganti cairan yang habis tadi." urai pria bertubuh gempal ini.

"Selain itu baiknya juga mengkonsumsi protein seperti daging. Apabila sumber tenaga dari karbohidrat sudah habis, protein ini akan menggantikan asupan dari karbohidrat menjadi energi cadangan." tambahnya.

Lebih lanjut dirinya menyarankan agar lama perjalanan paling lama dua jam lalu melakukan istirahat. "Istirahatnya setengah sampai satu jam. Pastikan melakukan perjalanan tidak lebih dari 10 jam. Sebab tubuh memiliki keterbatasan yaitu jam biologis tubuh manusia. Begitu lebih dari 10 jam dia akan mengalami kepenatan yang luar biasa. Oleh karena itu dia harus mengatur waktu istiratnya."

Apabila telah mengalami kepenatan maka akan mempengaruhi kewaspadaan, kemampuan kognitif dalam merepresentasikan bahaya. Segala teknik yang dia ketahui saat kondisi fisik jatuh maka akan hilang semua.

 

Sumber : www.okezone.com , 7 Agustus 2012

 

 

Mau kredit motor Yamaha, di BAF saja


« Kembali ke daftar

News
Berita