05/25/2010
Berada di belakang Valentino Rossi saat balapan dimulai, Lorenzo sempat terlibat pertarungan ketat dengan rekan setimnya itu. Tanda-tanda kemenangan rider 23 tahun itu mulai terlihat di lap 11, saat dia mulai menjaga jarak aman dengan The Doctor. Dalam konferensi pers usai balapan, pembalap Spanyol itu menyebut kalau kemenangan yang dia dapat sebagai hasil dari penampilannya yang jauh lebih tenang. Kini, secara keseluruhan dia menganggap kalau balapan di Sirkuit Le Mans, Minggu (23/5/2010) kemarin, berjalan lebih mudah dari yang dia prediksi sebelumnya. "Ya, itu lebih mudah dari yang saya pkirkan sebelumnya," sahut Lorenzo dalam wawancaranya dengan AS. "Saya selalu berusaha tampil hingga batas kemampuan, tapi kadang Anda superior atas pembalap lain dan tidak dengan pembalap lain. Kali ini saya tampil dengan baik dan performa saya terus membaik seiring kondisi ban," lanjut pemuncak klasemen sementara itu. Usai menyentuh garis finis, Lorenzo kembali melakukan selebrasi kemenangan dengan cara yang unik. Dia duduk di atas kursi tepat di depan layar dalam ukuran besar sambil memakan pop korn. Apakah itu ada kaitannya dengan kemenangan yang diakunya mudah tersebut? "Saya tak pernah melihat langsung apa yang disaksikan penonton terkait apa yang saya rasakan, kali ini saya bisa merayakannya sekaligus melihat secara live (di televisi). Saya sudah melihatnya (layar) sejak Kamis saat kami berjalan kaki melintasi sirkuit, di situlah saya melihat sesuatu yang potensial," tutup runner up musim lalu itu.
MotoGP Prancis 2010 menjadi tontonan balapan di antara dua pembalap tim Fiat Yamaha. Tak tersentuh pembalap tim-tim lain sejak awal, Jorge Lorenzo berhasil mengalahkan Valentino Rossi. Pada lomba di sirkuit Le Mans hari Minggu (23/5/2010), Lorenzo tampil sebagai juara dengan catatan waktu 44 menit 29,114 detik, melahap 28 putaran. Ia unggul lima detik lebih dari Rossi yang harus puas di tempat kedua. Rossi sempat berada di depan setelah balapan dimulai, mengamankan posisinya sebagai pemegang pole position. Akan tetapi ia terus dikuntit Lorenzo, yang dengan gaya agresifnya terus memberi tekanan pada The Doctor. Duel di antara mereka mulai terjadi sangat ketat di lap ketujuh, di mana Lorenzo sempat menyusul Rossi sebanyak dua kali berturut-turut dalam jarak dekat, tapi sang juara bertahan mampu membalas. Baru di lap ke-11 serangan Lorenzo tak mampu lagi diladeni Rossi, yang sepertinya masih terganggu dengan kondisi bahunya yang belum pulih betul. Pembalap Spanyol itu terus memantapkan kecepatan dan posisinya. Tiga lap berikutnya ia sudah memberi jarak tiga detik pada Rossi. Sejak itu terlihat sulit dikejar dan akhirnya memang berhasil menyentuh garis finish sebagai yang terbaik. Dengan demikian Lorenzo sudah memenangi dua dari tiga balapan di musim ini, dan berhak memimpin klasemen sementara. Kemenangan pertama didapatnya di seri kedua di Jerez, Spanyol, sedangkan di seri pembuka di Qatar ia juga naik podium di urutan kedua di bawah Rossi. Podium ketiga di Le Mans menjadi milik pembalap Honda Andrea Dovizioso. Ia mendapat tempat itu setelah memenangi balapan ketat di lap-lap terakhir dengan Dani Pedrosa dan Nicky Hayden. Ini adalah podium ketiga nomor dua buat Dovizioso setelah memperoleh yang pertama di Losail. Pedrosa harus puas dengan 11 poin atas capaiannya di peringkat kelima di belakang Hayden. Di seri kedua di Jerez Pedrosa gagal menjadi juara karena berhasil dibalap Lorenzo di lap-lap terakhir walaupun memimpin sejak awal lomba. Nasib sial dialami Casey Stoner yang hanya beredar di lintasan kurang dari tiga lap. Ia terjatuh dalam posisi yang sebenarnya tanpa tekanan -- dan langsung KO. Loris Capirossi dan Ben Spies juga out, seperti halnya tiga minggu lalu di Jerez.
Sumber : www.oto.detik.com |
|
|