08/26/2010
Menurut GM Promotion and Motorsport YMKI, Paulus S Firmanto, Byson memang sengaja di desain tanpa kehadiran sistem fuel injection. "Alasannya apa, karena kita memikirkan pula konsumen di luar Jakarta," sebut dia ketika ditemui di Sirkuit Sentul, Jawa Barat, Kamis (19/8/2010). Dia menyebutkan, bila dipaksakan menggunakan sistem fuel injection, maka konsumen di luar Ibu Kota, khususnya di daerah-daerah terpencil, akan susah menemukan bahan bakar dengan kadar oktan yang disarankan dari pihak pabrikan. "Dengan masih pakai karburator, kan tidak butuh BBM dengan oktan yang tinggi. Karena motor ini bukan cuma untuk di Jakarta atau kota-kota besar saja. Tapi di seluruh daerah," sebut Paulus. Bila tetap berminat dengan teknologi fuel injection, tambah dia, maka bisa memilih Yamaha V-ixion. "Memang antara Byson dan V-ixion kita posisikan untuk target pasar yang berbeda. Kalau yang mau teknologi tinggi, ya bisa pilih V-ixion," ungkapnya. "Kalau V-ixion buat yang ingin kemajuan teknologi karena sudah memakai sistem fuel injection, sedangkan Scorpio untuk yang lebih haus kecepatan. Kita sudah riset, ternyata jarang sekali bikers yang mau geber motor sport di jalan raya dengan kecepatan di atas 80 km/jam selama lebih dari 10 menit. Paling lama 2-3 menit, habis itu kecepatannya turun lagi di 50-60 km/jam," tegasnya. Karena itu, menunggangi Yamaha Byson tidak bisa disamakan dengan saat nyemplak V-ixion maupun Scorpio. Desain Sekilas mengingatkan pada moge Yamaha RZ6, desain tanki yang besar dan bisa di bongkar pasang untuk kebutuhan penggantian cat bila biker menginginkan sentuhan modifikasi, head lamp multi-reflector dan speedometer digitalnya yang terpisah tapi tetap seirama, knalpot gambot serta bentuk buntutnya yang tak jauh berbeda. Jadi seperti Yamaha RZ6 yang dikecilin. Dimensi Byson kompak untuk sepeda motor sport. Panjang 2.075 mm, lebar 780 mm dan tinggi 1.045 mm! Dari sini saja bisa terlihat kalau Yamaha Byson memang sangat stylist. Kita memang buat semuanya terlihat gambot dan berotot, ungkap Paulus. Uniknya lagi, tutup rantai belakang yang dibuat menyatu dengan spatbor kolong juga di desain layaknya swing arm moge. Hasilnya, swing arm standar Byson terlihat lebih kekar, seirama dengan shock breaker dengan diameter 41 mm. Rasanya ini adalah diameter shock breaker depan motor sport lokal yang paling besar di pasaran. Dan uniknya lagi, desain knalpot Byson di buat layaknya moge. Stoplamp pun di buat cukup unik dan berbeda dengan motor sport yang banyak beredar di Indonesia. Letak lampu rem ini berada di bagian spakbor bukan menyatu pada bodi bagian belakang, atau lebih tepatnya dekat dengan bagian plat nomor belakang. Karakternya memang futuristik, tapi bagi yang tidak terbiasa dengan tampilan seperti ini akan menganggapnya sedikit aneh. Fitur Dan Teknologi Byson dibekali mesin 153cc yang secara spesifikasi, powernya setara yaitu 10,1 kW atau sekitar 13,5 dk. Power puncak Byson bisa di raih diputaran mesin yang lebih rendah yaitu di 7500 rpm, torsinya Byson unggul dengan 13,6 Nm. Secara teknologi, mesin Byson ini sebenarnya mengambil platform dari Yamaha Vixion. Bisa dilihat dari bentuk cover gear boxnya yang mirip-mirip dengan Vixion dan Jupiter MX. Bedanya, Byson dibangun tanpa radiator, injeksi bahan bakar dan hanya menggunakan 2 klep saja. Mesin Byson berkarakter over square mengusung diameter piston 58mm dan panjang langkah 57,9mm. Kompresinya tak terlalu tinggi, hanya 9,5:1 yang artinya aman mengkonsumsi premium. Sedang karburator yang dipakai adalah Mikuni 26 tipe vakum yang sudah dilengkapi dengan Throttle Position Sensor. Dan terakhir, knalpotnya pun sudah dilengkapi dengan catalytic converter agar lolos EURO 2. Tepat di bawah tangki, YMKI membiarkan Byson tampil "telanjang" demi memperlihatkan mesin 153 cc 4 tak SOHC air cooled miliknya. YMKI juga mengklaim jeroan Byson dilengkapi sistem pendingin bagian busi khusus racikan Yamaha. "Supaya busi tetap bekerja optimal, dan teknologi ini tidak ada di motor lain," tegas Manager Technical Support Service Division YMKI, Muhamad Abidin ketika ditemui di Sirkuit Sentul, Jawa Barat, Kamis (19/8/2010). Performa Mesin mudah dihidupkan dengan kick starter. Ternyata terasa ringan karena sudah mengadopsi dekompresi. Dan uniknya ada suara siulan kecil layaknya moge. Suara itu berasal dari engine balancer, sengaja di buat suara itu agar terasa sensasi moge nya, ungkap Mohamad Abidin. Bicara performa, cukup heran juga. Byson tetap ringan melaju meski mesinnya hanya 153cc dan harus membawa body dan kaki-kaki gambot. Tenaganya pun mulai terasa menghentak di 4500 rpm. Saat keluar tikungan tak ada jeda saat akan melaju kembali. Dengan tipe kopling basah 5-speed, di percaya pergantian antar gigi juga berlangsung halus dan responsif sesuai karakter motor sport perkotaan. Dibagian kaki-kaki, Byson juga telah dilengkapi dengan suspensi teleskopik di depan 41 mm dan monoshock adjustable di belakang alias peredam kejut tunggal di belakang. Handling Saat duduk di joknya yang empuk, terlihat jelas bentuk stang bergaya fat bar layaknya moge. Panjangnya pun mencapai 727 mm, penyuka gaya turing gak perlu lagi repot-repot ganti stang baplang. Stang lebar ini juga membuat pengendaranya terlihat lebih gagah di atas Byson. Ban Lebar Daya tarik lain dari Byson - dibandingkan dengan kompetitor di kelasnya - adalah pelek dan ban yang digunakan lebar. Depan 100/80-17M dan belakang 120/70-17M, keduanya tubeless. Peleknya juga lebar. Depan 2,5 dan belakang 3,5 inci, memungkinkan menggunakan ban lebar. "Untuk modifikasi, ban bisa diperbesar sampai 110/70 (depan) dan 140/70 (belakang)," ujar Manager Technical Support Service Division YMKI, Muhamad Abidin. Ukuran ban yang lebar tersebutlah yang sangat membantu sepeda motor mantap diajak bermanuver. Pasalnya, daya cengkeramnya bertambah besar. Karena itu pula, saat diajak mirip, pengemudi merasa mantap membawanya tanpa takut. Namun menurut Abidin, Yamaha masih puas dengan penggunaan rem jenis tromol untuk bagian ban belakangnya. "Kami pikir konsumen motor sport 70 persen menggunakan rem depan dibanding rem belakang, jadi sepertinya tidak terlalu signifikan pakai rem cakram belakang," katanya.Sumber : autos.okezone.com, otomotifnet.com, dan otomotif.kompas.com Mau kredit motor Yamaha, di BAF saja! |
|
|